Skor 2-2 di Markas Astana Tandai Momen Bersejarah
AGEN Poker -Astana - Sejarah lahir ketika tim debutan Astana menjamu Galatasaray di matchday 2 Liga Champions, dalam laga yang berakhir imbang 2-2.
Laga di Astana Arena, Kamis (1/10/2015) dinihari WIB, itu menandai kali pertama pertandingan fase grup--putaran utama--Liga Champions dihelat di tanah Kazakhstan. Astana sendiri merupakan klub Kazakhstan pertama yang tampil di fase grup ajang tersebut.
[Baca juga: Torehan Sejarah untuk Astana]
Dalam pertandingan itu Galatasaray memimpin lebih dulu lewat gol Bilal Kisa di babak pertama. Gol itu menjadi satu-satunya yang lahir di babak pertama.
Pada pertengahan paruh kedua Astana menyamakan lewat gol bunuh diri dari Hakan Balta. Setelah itu Astana tertinggal lagi menyusul salah antisipasi dari kiper Nenad Eric, tetapi tuan rumah berhasil mengamankan satu poin setelah tembakan dari Roger Canas masuk ke gawang Galatasaray walaupun sudah coba dicegah oleh Lionel Carole.
Skor 2-2 tersebut membuat kedua tim berbagi satu poin pada matchday ini, juga menjadi poin-poin pertama buat Astana dan Galatasaray setelah sama-sama menyudahi matchday 2 dengan kekalahan.
Pun demikian, hasil imbang tetap terasa istimewa untuk Astana karena itulah poin pertama buatnya, juga klub Kazakhstan secara umum, di fase grup Liga Champions.
Kedua tim sendiri masih berkutat di dua posisi terbawah klasemen Grup C dengan masing-masing 1 poin di bawah Atletico Madrid dan Benfica yang sama-sama punya 3 poin dan juga akan berhadapan dinihari ini.
Jalannya Pertandingan
Di awal pertandingan kiper Astana Nenad Eric sudah dipaksa melakukan dua penyelamatan. Pertama dari bola mati Jason Denayer dan kemudian dari tembakan Wesley Sneijder.
Setelah usaha berikutnya dari Sneijder kembali belum membuat bola mengarah ke bidang sasaran, Galatasaray akhirnya memimpin ketika laga memasuki menit ke-31.
Dari luar kotak penalti, Bilal Kisa menyepak keras-keras bola yang melaju deras ke pojok gawang Astana tanpa bisa dihentikan Eric yang sudah berusaha menjangkaunya.
Menjelang berakhirnya babak pertama Lukas Podolski melepaskan tembakan tepat ke arah gawang Astana walaupun Eric kali ini bisa mengamankan si kulit bundar.
Lima menit memasuki babak kedua Eric kembali harus beraksi. Kali ini ia menggagalkan usaha dari Umut Bulut.
Astana Arena bergemuruh penuh harap di menit ke-64 menyusul sebuah serangan ke muka gawang Galatasaray. Sial untuk Astana, Bauyrzhan Dzholchiyev tak kuasa menuntaskan serangan di depan gawang sehingga gagal menjawab harapan publik tuan rumah.
Semenit berselang Astana menekan lagi ketika sebuah bola lambung mengarah ke kotak penalti Galatasaray. Foxi Kethevoama kemudian menyongsong bola, tanpa terkawal, walapun sepakannya pas sehingga bola pun belum mengarah tepat ke bidang sasaran.
Gol yang dinantikan tuan rumah akhirnya hadir di menit ke-77. Junior Kabananga berhasil mencuri bola dari Lionel Carole di area pertahanan Galatasaray dan kemudian mengirim bola ke kotak penalti. Kiper Fernando Muslera menepis bola yang kemudian malah memantul kena beknya sendiri, Hakan Balta, dan kemudian masuk ke dalam gawang.
Para penonton di Astana Arena pun menyambut gol tersebut dengan gemuruh senang. Itulah gol pertama Astana, juga sebuah klub Kazakhstan, di fase grup Liga Champions. Mereka niscaya takkan terlalu peduli gol itu dibuat pemain tim lawan alias gol bunuh diri.
Kabananga memiliki peluang emas untuk membawa timnya berbalik unggul di menit ke-83 menyusul sebuah kesalahan Galatasaray di lini belakang. Berada pada posisi bagus, bola sepakannya malah masih jauh melebar.
Tiga menit berselang Astana justru harus gigit jari setelah bola umpan silang Sinan Gumus yang coba diantisipasi kiper Eric malah melintir ke atas, melambung, dan kemudian jatuh di dalam gawangnya sendiri.
Tak berapa lama Astana merespons. Dari sebuah skenario serangan, umpan silang ke arah kotak penalti Galatasaray masih bisa ditinju Muslera ke luar areanya. Tetapi dari luar kotak penalti Roger Canas langsung menyambut dengan sepakan keras yang membuat bola melaju deras ke gawang Galatasaray walaupun Carole sudah berusaha menghadangnya. Skor akhir 2-2.
Susunan Pemain
Astana: Eric; Ilic, Postnikov, Anicic, Shomko, Dzholchiev (Nusrbayev 81'), Canas, Maksimovic, Kethevoama (Muzhikov 82'), Zhukov (Shchetkin 89'), Kabananga.
Galatasaray: Muslera; Denayer, Kaya, Balta, Carole, Inan, Kisa (Gumus 82'), Oztekin (Sabri 90'), Sneijder, Podolski (Jose RodrÃguez 68'), Bulut.
Laga di Astana Arena, Kamis (1/10/2015) dinihari WIB, itu menandai kali pertama pertandingan fase grup--putaran utama--Liga Champions dihelat di tanah Kazakhstan. Astana sendiri merupakan klub Kazakhstan pertama yang tampil di fase grup ajang tersebut.
[Baca juga: Torehan Sejarah untuk Astana]
Dalam pertandingan itu Galatasaray memimpin lebih dulu lewat gol Bilal Kisa di babak pertama. Gol itu menjadi satu-satunya yang lahir di babak pertama.
Pada pertengahan paruh kedua Astana menyamakan lewat gol bunuh diri dari Hakan Balta. Setelah itu Astana tertinggal lagi menyusul salah antisipasi dari kiper Nenad Eric, tetapi tuan rumah berhasil mengamankan satu poin setelah tembakan dari Roger Canas masuk ke gawang Galatasaray walaupun sudah coba dicegah oleh Lionel Carole.
Skor 2-2 tersebut membuat kedua tim berbagi satu poin pada matchday ini, juga menjadi poin-poin pertama buat Astana dan Galatasaray setelah sama-sama menyudahi matchday 2 dengan kekalahan.
Pun demikian, hasil imbang tetap terasa istimewa untuk Astana karena itulah poin pertama buatnya, juga klub Kazakhstan secara umum, di fase grup Liga Champions.
Kedua tim sendiri masih berkutat di dua posisi terbawah klasemen Grup C dengan masing-masing 1 poin di bawah Atletico Madrid dan Benfica yang sama-sama punya 3 poin dan juga akan berhadapan dinihari ini.
Jalannya Pertandingan
Di awal pertandingan kiper Astana Nenad Eric sudah dipaksa melakukan dua penyelamatan. Pertama dari bola mati Jason Denayer dan kemudian dari tembakan Wesley Sneijder.
Setelah usaha berikutnya dari Sneijder kembali belum membuat bola mengarah ke bidang sasaran, Galatasaray akhirnya memimpin ketika laga memasuki menit ke-31.
Dari luar kotak penalti, Bilal Kisa menyepak keras-keras bola yang melaju deras ke pojok gawang Astana tanpa bisa dihentikan Eric yang sudah berusaha menjangkaunya.
Menjelang berakhirnya babak pertama Lukas Podolski melepaskan tembakan tepat ke arah gawang Astana walaupun Eric kali ini bisa mengamankan si kulit bundar.
Lima menit memasuki babak kedua Eric kembali harus beraksi. Kali ini ia menggagalkan usaha dari Umut Bulut.
Astana Arena bergemuruh penuh harap di menit ke-64 menyusul sebuah serangan ke muka gawang Galatasaray. Sial untuk Astana, Bauyrzhan Dzholchiyev tak kuasa menuntaskan serangan di depan gawang sehingga gagal menjawab harapan publik tuan rumah.
Semenit berselang Astana menekan lagi ketika sebuah bola lambung mengarah ke kotak penalti Galatasaray. Foxi Kethevoama kemudian menyongsong bola, tanpa terkawal, walapun sepakannya pas sehingga bola pun belum mengarah tepat ke bidang sasaran.
Gol yang dinantikan tuan rumah akhirnya hadir di menit ke-77. Junior Kabananga berhasil mencuri bola dari Lionel Carole di area pertahanan Galatasaray dan kemudian mengirim bola ke kotak penalti. Kiper Fernando Muslera menepis bola yang kemudian malah memantul kena beknya sendiri, Hakan Balta, dan kemudian masuk ke dalam gawang.
Para penonton di Astana Arena pun menyambut gol tersebut dengan gemuruh senang. Itulah gol pertama Astana, juga sebuah klub Kazakhstan, di fase grup Liga Champions. Mereka niscaya takkan terlalu peduli gol itu dibuat pemain tim lawan alias gol bunuh diri.
Kabananga memiliki peluang emas untuk membawa timnya berbalik unggul di menit ke-83 menyusul sebuah kesalahan Galatasaray di lini belakang. Berada pada posisi bagus, bola sepakannya malah masih jauh melebar.
Tiga menit berselang Astana justru harus gigit jari setelah bola umpan silang Sinan Gumus yang coba diantisipasi kiper Eric malah melintir ke atas, melambung, dan kemudian jatuh di dalam gawangnya sendiri.
Tak berapa lama Astana merespons. Dari sebuah skenario serangan, umpan silang ke arah kotak penalti Galatasaray masih bisa ditinju Muslera ke luar areanya. Tetapi dari luar kotak penalti Roger Canas langsung menyambut dengan sepakan keras yang membuat bola melaju deras ke gawang Galatasaray walaupun Carole sudah berusaha menghadangnya. Skor akhir 2-2.
Susunan Pemain
Astana: Eric; Ilic, Postnikov, Anicic, Shomko, Dzholchiev (Nusrbayev 81'), Canas, Maksimovic, Kethevoama (Muzhikov 82'), Zhukov (Shchetkin 89'), Kabananga.
Galatasaray: Muslera; Denayer, Kaya, Balta, Carole, Inan, Kisa (Gumus 82'), Oztekin (Sabri 90'), Sneijder, Podolski (Jose RodrÃguez 68'), Bulut.
4/
5
Oleh
Nana Diana


